26
Dadali, ditulis tahun 1942; Kakawin Singhalanggyala, ditulis tahun 1943. Da1arn kakawin ini beliau menyebutkan umur beliau 85 tahun ketika menulis karya ini; Kakawin Kalphasahganara ditulis pada tahun 1944 yang berisi tentang pemerintahan
raja Parikesit di Astina, disebutkan bahwa dalam pemerintahan ini, agama Budha lepas peranannya dalam menyejahterakan rakyat; Kakawin Panglepasan, ditulis tahun 1947 yang berisi tentang kode etik kepanditaan yang ingin disampaikan kepada Ida Padanda Oka dari Geria Toko; Kidung Rangsang, ditulis tahun 1948. Karya ini menguraikan tentang ajaran kepemimpinan dan etika dalam peperangan; Geguritan Parojana, ditulis pada tahun 1962. Karya ini menceritakan pengabenan besar yang dilaksanakan oleh masyarakat Tanjung Benoa; Kakawin Malawi, Kidung Pisacarana, Kakawin Purwaning Gunung Agung, Niti Praya, Tutur Upadesa dan lain-lain.
Penulis yakin bahwa masih ada karya-karya Ida Padanda Made Sidemen yang belum ditemukan sampai saat ini. Dari sekian karya Ida Padanda Made Sidemen yang telah ditemukan, tampaknya pengalaman hidup, pengetahuan beliau mewarnai karya-karyanya. Pengetahuan tersebut merupakan pengetahuan suci atau ajaran agama yang ingin beliau sampaikan kepada umatnya.
2.3 Proses Kelahiran Geguritan Salampah Laku
Mengetahui asal-usul kelahiran sebuah karya sastra, mempunyai arti yang sangat penting dalam melakukan kajian atau menganalisisnya karena akan lebih mendapat kejelasan tentang makna yang terkandung di dalamnya.
Uraian mengenai asal-usul atau proses kelahiran Geguritan Salampah Laku di bawah ini, merupakan kesimpulan yang ditarik oleh riwayat hidup dan riwayat kepengarangan Ida Padanda Made Sidemen dikaitkan dengan teks Geguritan Salampah Laku itu sendiri.