25
Kepengarangan Ida Padanda Made Sidemen sejak beliau masih berusia belasan tahun. Diawali dengan kegiatan membaca karya sastra, menembangkan atau melagukannya, mendiskusikan, menyadur atau menyalin dan pada akhimya sampai pada tingkat me1ahirkan karya-karya sendiri (mengarang).
Pada tahap membaca sampai tahap menyadur atau menyalin karya sastra, Ida Padanda Made Sidemen mendapat pendidikan dari orang tuanya sendiri. Berikutnya pada tingkat penyempumaan, baik pengetahuan mengenai bentuk maupun isinya, beliau berguru pada Ida Bagus Taman dari Karangasem dan Bagawanta Ida Padanda Wayan dari Gria Sindu Sanur. Setelah beliau tamat dari kedua orang guru ini, maka beliau telah siap pakai dalam karang-mengarang.
Sejumlah karya sastra yang merupakan hasil karya beliau, antara lain; Tantri Pisacarana, karya ini ditulis pada tahun 1912. Karya ini menceritakan kehidupan raja Sri Ali Darma di kerajaan Bhoja yang telah melakukan darma seorang raja. Karya ini telah terbit dengan judul, Transliterasi dan Kajian Nilai Tantri Pisacarana, oleh I Made Suastika; Purwagamasasana, karya ini juga dikenal dengan nama Siwagama atau Siwa-Budhagama, dikarang tahun 1938. Karya ini berisi tentang perjalanan suci atau penyebaran agama Hindu pada zaman dahulu; Geguritan Salampah Laku, tidak memuat angka tahun, tetapi pengarang ada menyebutkan karya ini ditulis ketika belia (pengarangnya) berumur 80 tahun. Berdasarkan angka tahun lahirnya dapat disimpulkan bahwa karya ini ditulis pada tahun 1938. Berisi tentang kisah perjalanan Ida Padanda Made Sidemen bersama istrinya untuk melaksanakan upacara pasucian atau madiksa (upacara kepanditaan); Kakawin Cayadijaya, ditulis pada tahun 1941, berisi tentang tanda-tanda zaman, menceritakan kerajaan tanpa pemimpin; Kakawin Candra Bherawa, ditulis 1942. Karya ini berisi tentang ajaran Siwa Budha, dua sekte ini merupakan satu ajaran tertinggi dalam mencapai alam sunya. Karya ini telah terbit dengan judul, Transliterasi dan Kajian Nilai Kakawin Candra Bherawa, o1eh I Made Suastika; Kakawin Manuk