Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN SALAMPAH LAKU.pdf/32

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

24

syarakat, baik dengan melayani masyarakat dengan sarana-sarana upacara keagamaan, maupun mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anak didiknya. (Hal ini dapat dibaca dalam pembicaraan tingkat biksuka). Bakti Yoga, melakukan kebaikan-kebaikan dan kesujudan yang tulus dan terus-menerus. Dapat dilihat lewat ketekunan Ida Padanda Made Sidemen dalam melaksanakan kewajibannya sebagai seorang pendeta. Karma Yoga, dengan melakukan perbuatan mulia tanpa pamerih dan
dengan jalan melakukan hal-hal sebagai berikut; Tapa, menahan diri, melepaskan segala kesenangan duniawi, Brata, memelihara kemurnian jiwa dengan perbuatan-perbuatan suci, Yoga, latihan jiwa untuk mencari kesucian diri dengan mempersatukan pikiran dan kemauan untuk bersatunya atman dengan brahman. Hal ini dapat dilihat melalui karya-karya beliau, dalam pembicaraan tingkat Biksuka. Beliau berpandangan bahwa menulis karya sastra sama dengan latihan melaksanakan Yoga, sedangkan semadhi adalah mengheningkan cipta.


2.2 Riwayat Kepengarangan dan Karya-karya Ida Padanda Made Sidemen

Riwayat kepengarangan merupakan bagian dari riwayat hidup seorang pengarang, yang sangat bermanfaat dalam analisis sebuah karya sastra, karya pengarang itu.

Dari riwayat kepengarangan dapat diketahui; bilamana, bagaimana, dan kapan karya sastra itu lahir. Sebab, seperti dikatakan oleh Pamusuk Eneste (1982: vii), sebelum sebuah karya sastra sampai pada pembaca, tentu melalui suatu proses yang
panjang (yang memang tidak bisa diterangkan oleh pengarangnya, atau kadang-kadang memang dilupakan).

Dengan melihat pentingnya arti riwayat kepengarangan dalam suatu analisis, maka penulis akan mencoba menguraikan riwayat kepengarangan Ida Padanda Made Sidemen, dalam rangka mendapat kejelasan tentang proses kelahiran Geguritan Salampah Laku.