Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN SALAMPAH LAKU.pdf/22

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

14

masing; Ida Bagus Jebut, Ida Ayu Kompiang, dan Ida Ayu Sangku.

Kasta brahmana dalam masyarakat Hindu merupakan kasta atau warna tersendiri, yang dibedakan dengan kasta ksatria, wesia dan sudra. Namun namanya menjadi satu-kesatuan di dalam masyarakat. Perbedaan yang dimaksud adalah perbedaan yang didasarkan atas bakat dan kelahiran dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan umatnya. Bakat dan kelahiran seorang brahmana, menyejahterakan masyarakat dengan mengamalkan ilmu pengetahuan suci dan memimpin upacara keagamaan (Prisada Hindu Dharma, 1978: 54). Dengan didasarkan tradisi yang seperti ini, maka sebagian besar ilmu pengetahuan suci berkembang di lingkungan brahmana. Demikian pula sebagai media ilmu pengetahuan suci (agama), lebih banyak dikuasai oleh kaum brahmana, sebagai tugas pokoknya.

Tingkat Brahmacari. Pada tingkat ini, beliau adalah pengembala sapi. Kesadaran, keinginan, dan kecintaan beliau terhadap ilmu pengetahuan sebagai garis keturunan yang beliau pegang, khususnya terhadap sastra Bali sudah mulai nampak. Sambil menggembalakan sapinya, beliau tidak pernah luput dengan lontar-lontar atau karya-karya sastra yang memuat ilmu pengetahuan suci. Beliau membacanya dengan tekun dan serius pada setiap kesempatan. Kepada I Tekek dan Ida Bagus Ketut Sudiasa beliau pernah bercerita tentang ketekunan beliau bersastra. Beliau biasa membaca di ladang sambil menggembalakan sapi, beliau bisa tanpa tidur semalam suntuk apabila melakukan kegiatan sastra, baik menyalin lontar, mabebasan, maupun melakukan kegiatan lainnya.

Dari ungkapan I Tekek dan Ida Bagus Ketut Sudiasa yang mengutip cerita Ida Pedanda Made Sidemen seperti di atas, maka penulis berasumsi bahwa pada waktu itu (zaman dulu) kebiasaan anak-anak menggembalakan sapi mulai umur sepuluh tahun berarti beliau telah 116 tahun bergelut dengan ilmu pengetahuan yang tertuang dalam lontar-lontar. Oleh karena itu,