8
nekuni literatur-literatur, mengadakan pencatatan terhadap konsep-konsep teori dalam bentuk kartu-kartu kecil. Pencatatan ini dilakukan untuk menunjang dan menguatkan landasan teoretisnya. Berdasarkan konsep-konsep teori yang didapat, dilakukan analisis terhadap karya sastra Geguritan Salampah Lakuyang dilihat dari unsur demi unsur dalam sistem strukturnya,pesan-pesan, nilai-nilai yang dikandungnya dengan mempertimbangkan segi-segi kemasyarakatan dari masyarakat yang melahirkannya.
Karena sumber data (geguritan Salampah Laku) ditulis dengan huruf Bali (aksara Bali) dan memakai media bahasa Kawi-Bali (Bahasa Bali bercampur dengan bahasa Kawi yang telah umum dipakai dalam bahasa Bali), maka dilakukan teknik transliterasi dan terjemahan. Maksudnya, pertama-tama sumber data ditransliterasi (transliterasi: mengganti tulisan sebuah teks, dengan huruf padanannya dari abjad yang lain (Sudjiman, 1984: 3). Selanjutnya, hasil transliterasi, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sehingga gagasan-gagasan, konsep-konsep, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dengan lebih mudah.
Karena analisis ini merupakan analisis sosiologis terhadap sebuah karya sastra (geguritan Salampah Laku), maka teknik wawancara pun digunakan, terutama untuk mendapatkan data pengarangnya (Ida Padanda Made Sidemen), karya-karyanya, terutama yang dapat atau yang ada kaitannya dengan geguritan Salampah Laku.
1.5 Landasan Teori
Teori yang digunakan dalam analisis ini adalah teori sosiologi sastra, yaitu pendekatan terhadap karya sastra dengan mempertimbangkan segi-segi kemasyarakatannya (Sapardi Joko Damono, 1978: 2). Sebelum teori ini diterapkan, terlebih dahulu dilakukan tinjauan terhadap struktur karyanya.
Kedua teori ini diterapkan karena dikatakan oleh Sulastin