Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN SALAMPAH LAKU.pdf/110

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

102

karya sastra maupun berupa barang lainnya seperti topeng, patung, dan bangunan pura. Semua karya yang telah dihasilkannya dipersembahkan berdasarkan konsep lascarya dalam arti iklas mengabdikan hasil karya kepada masyarakat. Hal ini tercermin dalam kutipan berikut ini.

"Sakrana desa anut ring dusun, maharaja paryangan bhumi, kocali denia pituhan, akarya bale pajudian, nganuti woring sor".

(bait 10 pupuh megatruh).

"Palatandha ngarania karya kalungsur, patapelania kinardi, reb rangda barong ring dusun, sakena denia nglampanin, len pralingga area kinahot.

Terjemahannya

Seluruh warga desa salut, raja besar ini, norma-norma ia jalankan dengan sungguh-sungguh, membuat tempat berjudi sebagaimana kerja orang rendahan (rakyat).

Hasil karyanya ia tinggalkan (dengan lascarya),

Hasil karyanya ia tinggalkan (dengan lascarya), topeng-topeng dibuat, sebab topeng-topeng di desa, bisa ia memerankannya, lain lagi lambang siwa dan patung-patung.

Konsep lascarya yang mendasari tindak dan gerak Ida Padanda Made Sidemen bermasyarakat, membuat seluruh masyarakat merasa salut dengannya. Dalam kutipan di atas, pengarang melukiskan sikap Ida Padanda Made Sidemen yang selalu merakyat dan hasil karya yang beliau tinggalkan, ditinggalkan dengan lascarya (palatanda ngarania karya kalungsur) untuk dinikmati oleh masyarakat luas.