97
indria, mengalahkan sadripu, kemarahan, ketamakan, yang disebut trimala, yang menentukan hina tidaknya seseorang.
Kutipan di atas menjelaskan bahwa orang yang akan mediksa, dalam hal ini adalah Ida Padanda Made Sidemen, mempunyai budi yang teguh, bertindak selalu berdasarkan darma dapat mengendalikan indria, mengalahkan sadripu, yaitu enam musuh yang datang dari dalam diri sendiri yaitu kama 'nafsu', lobha 'kelobaan', krodha 'kemarahan' mada 'kebingungan', dan matsaria 'iri hati' (Upadeca, 1978: 57). Dapat menguasai trimala yaitu tiga sifat manusia. Penguasaan atas musuh yang datang dari dalam diri manusia sendiri merupakan salah satu cara menyucikan diri dalam rangka mencapai kelepasan. Hal ini dilaksanakan oleh Ida Padanda Made Sidemen yang tercermin dalam Geguritan Salampah Laku.
Selain ajaran yang telah disebutkan di atas, ada beberapa hal cukup penting yang dipesankan oleh pendeta guru kepada Ida Padanda Made Sidemen. Dinyatakan bahwa bukan mas, perak, atau serba manik yang akan mengantarkan kita untuk mencapai kesempurnaan lahir dan batin, melainkan perbuatan baik atau kebajikan itulah yang utama. Dalam kitab Sarasamuscaya disebutkan, "Kuneng Panentasakena sing cuhhakarma juga ikang acubhakarma, phalaning dadi wang", artinya 'guna menjadi manusia adalah untuk dapat melebur perbuatan jelek dengan perbuatan baik' (Sarasamuchaya, t.t.: 17). Hal ini yang sama (masalah kebajikan) tercermin dalam Geguritan Salampah Laku karya Ida Padanda Made Sidemen, seperti yang tercermin dalam kutipan di bawah ini.
"Sampun lama sang arep abersih, wus diniksan, de sang upadhyayan, mengucap wungsun anabe, panguriage ri sun, nora pirak lawan emas. manik, ulah juga utama, kang sinangguh ayu, supeksa arum angucap, tan bancana ilang ktila ring hati, yeka sudhana mulia".
Terjemahannya
Sudah lama abdi disucikan (menerima ajaran), setelah didiksa oleh pendeta guru, lalu berkatalah pendeta guru, hai anakku termuda,