96
Terjemahannya
Setelah beberapa lama bersama-sama, mengabdi di Geria Mandara, banyak mendengar ajaran-ajaran, dari pendeta guru, bekal mati dan hidup, pengendalian pikiran, saat datangnya maut memisahkan atma dari badan, diterangkan, saat berguru yang ketiga, sebagai jalan menuju lepas (meninggal).
Kalepasan atau meninggalnya atma dengan brahmana (moksa), merupakan cita-cita Ida Padanda Made Sidemen dalam berguru yang ketiga kali. Ajaran-ajaran seperti ini (ajaran kalepasan) yang tercermin dalam Geguritan Salampah Laku adalah salah satu ajaran dalam agama Hindu, yaitu yang tercantum dalam catur-purusaartha, yang meliputi dharma, artha, kama, dan moksa. Dalam agama Hindu, moksa adalah ajaran tertinggi yang menjadi tujuan agama Hindu. Moksa berarti kebebasan, kemerdekaan, kalepasan dari ikatan keduniawian, lepas dari belenggu, atau lepas dari ikatan kelahiran dan kematian (Punyatmadja, 1976: 83).
Di atas telah dikatakan bahwa mencapai moksa adalah tujuan hidup umat Hindu. Moksa yang dimaksudkan di sini adalah mencapai kedamaian rohani dan kesejahteraan hidup jasmani (Upadeca, 1978: 13). Hal ini dicapai dengan keteguhan hati, kesungguhan dalam menjalani hidup di dunia ini. Keteguhan hati Ida Padanda Made Sidemen dalam menjalani aguron-guron seperti yang terlukis dalam Geguritan Salampah Laku, tercermin dalam kutipan di bawah ini.
"Akueh wuwus penyiksa maharsi, ring kawongan sang wenang diniksan, urunan bhasmangkurane, sang abhudi ateguh, angamongin sasana yukti, wruha ngurang indria, manglaga sad ripu, krodha lobha geng katresnan, ya trimala, anahen lara panes tis cedha anggania kawedhar". (bait 2 pupuh dangdang).
Terjemahannya
Banyak ucapan (pertanyaan) maharsi, kepada orang yang akan mesucian (membersihkan diri), lepasan tunas muda orang yang berbudhi teguh, yang berpedoman pada dharma yang mampu menguasai