2
kakawin Hariwangsa, kidung Rangsang, Tantri Pisacarana, Geguritan Parojana, Kamarganing Kapralinan de Sang Pandita, dan Puja Kaharti de Sang Gde Made Sidemen. Beberapa karya tulis bagian akhir ini kurang jelas identitas penyusunannya.
Dua dari karya Ida Made Sidemen yang telah ditemukan telah diterbitkan dalam bentuk buku, masing-masing berjudul; Transliterasi dan Kajian Nilai Tantri Pisacarana (1985) dan Transliterasi dan Kajian Nilai Kakawin Candra Bherawa (1986) oleh I Made Suastika dan kawan-kawan. Karya yang lain hanya ditulis dalam bentuk makalah dan Paper-paper oleh Ida Bagus Agastia. Adapun judul-judulnya: "Rangsang: Karya Ida Padanda Made Sidemen" (1985), "Salampah Laku: Karya Ida Padanda Made Sidemen" (1986), "Karya Patitip Ida Padanda Made Sidemen" (1986). Akan tetapi karya-karya seperti, Purwagamasasana, kakawin Cayadijaya, kakawin Candra Bherawa, Kakawin Singhalanggyala, dan kakawin Kalphangsanghara baru sampai pada kajian manggala dan itu pun pada epilognya. Analisis secara khusus berdasarkan pendekatan sosiologi sastra terhadap karya-karya beliau belum ada ditemukan.
Dari karya-karya beliau yang telah ditemukan, penulis memilih Geguritan Salampah Laku untuk dianalisis berdasarkan pendekatan sosiologi sastra. Dengan demikian, penelitian struktur tidak berarti ditiadakan sebab seperti yang dikatakan oleh A Teeuw bahwa analisis struktur memang satu langkah, satu sarana atau alat dalam proses pemberian makna. Langkah ini tidak boleh dimutlakkan, tetapi tidak boleh pula ditiadakan atau dilampaui (1984: 154). Adapun dasar asumsi dan hipotesis dilakukannya pendekatan sosiologi ini adalah seperti tampak pada uraian di bawah ini.
Karya sastra adalah warisan budaya yang mengandung realitas sejarah beberapa aspek sosiobudaya masyarakat pendukungnya pada kurun waktu tertentu. Hal ini disebabkan oleh terciptanya suatu karya sastra yang merupakan hasil interaksi pengarang dan atau hasil renungan pengarang yang dihubung