Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN PURWA SANGARA.pdf/97

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

belanya, walaupun baik atau buruk akibatnya, memang bersedia untuk mempertahankannya.

15. Banyak bila semua diceritakan, yang tercetus dalam pertemuan itu, banyak yang berada di halaman luar dan kesimpulannya sudah jelas, amat kokoh, raja Wijaya Wikrama, dengan tegas ingin puputan.

16. Lebih baik mati, daripada menjadi buah mulut, menjadi seorang raja yang tak ada artinya, semua balatentra gembira, ingin membelanya, segala senjata sudah siap, kereta serta gajah dan kuda.

17. Hatta sudahlah keluar, mereka yang akan bertempur, laksana bumi banjir jalannya, nyanyian gong beri ratusan jumlahnya, bende sungu dan kendang, banyak bendera dan umbul-umbul, bendera yang berwarna warni.

18. Segera setelah tiba di medan pertempuran, lalu mengadakan taktik perang, taktik yang bernama garuda, sebagai kepala Ida Bana, Manca dan bala tentra brahmana, yang berada di sayap kanan, Arya Sangka dan Utara.

70b.
19. Yang bertahan di sayap kiri, Arya Salwa dan Janaka, sebagai kepala sang Pramoda, dan baginda raja sebagai badan amat kuat, dan di ekor sang Kadimaya, beserta para Punggawa.

20. Musuh datang laksana lautan, balatentra raksasa berhamburan, datang dari gunung, sekuat tenaga lalu menyerang, tentra Singala, turun menyerang serempak, terlalu amat ramainya.

21. Saling parang saling kapak, saling tombak dan saling penggal, banyak yang lehernya putus, darahnya berceceran, mayat bergelimpangan, makin ramai makin kacau balau, perkelahian manusia dengan raksasa.

22. Banyak raksasa yang menghancurkan gunung, melempar tak menentu, seringkali lepas dari sasaran, banyak raksasa yang berlempar-lemparan, batu jatuh laksana hujan, orang-orang Singala banyak yang malang, banyak yang mati sekali gus.

23. Lalu Ida Bana dituju, oleh para raksasa itu, gada diputar de-

95