nung, raja Wirasangka, beserta keluarganya, turut pula banyak permaisurinya, putranya dan putrinya, turut mengiringkannya.
31. Raja Purusada bersembunyi, setelah saatnya baik, segera menyebar dari langit, sembilan orang raja semua mereka itu diikat segera dikumpulkan, dikendaraannya, lalu keluar dari negara Dewara, menuju tanah Gopala.
32. Semua putri dan permaisuri, semuanya menangkis demikian pula Mentri dan punggawa, seluruh putranya bersedia-sedia hendak kembali pulang, ingin menyusun tentranya, demikian pula para manca, bersedia untuk mengamuk, atas kejahatan sang Purusada, setelah tiba di negara Dewara, lalu memukul kentongan.
33. Sesudah seluruh tentra keluar, di negara Dewara, dan sudah jelas beritanya, dan bila raja raksasa itu mengacau, masuk ke negara Gopala, seluruh orang Dewara, perjalanannya langsung, menuju Gopala, ingin bersekutu, dengan raja Gopala untuk melawan raja raksasa itu.
63b.
34. Konon raja Gopala telah mengetahuinya, tentang kedatangan raja Ratnakanda, maka itu tentranya siap, ingin melawannya, nama baginda itu, adalah raja Hinacandra, saudaranya sebanyak sepuluh orang, semua menjadi raja, maka itu jumlah kerajaan semuanya adalah sebelas buah, sampai dengan negara Gopala.
35. Setelah ke sebelas raja itu siap sedia, kemudian datanglah sejumlah raja putra, beserta manca dan punggawa, yang baru datang adalah dari Dewara, semuanya sudah bersatu, bersama dengan tentra Gopala, berkumpul diterik matahari, laksana laut pasang, suara gong dan kendang bertalu-talu, bende dan sungu jumlahnya ratusan.
36. Sesudah raksasa terlihat di langit, laksana mendung menutupi dunia, senjata jatuh laksana hujan, panah berjatuhan, tentra Gopala, dan tentra Dewara, membalas serempak, dengan beribu-ribu panah, banyak raksasa yang mati berjatuhan, darahnya laksana hujan.
86