menjadi raja, memegang kerajaan di Astina, Betara Sutasoma, sangat terkenal, tersebutlah sang raja putra, putra putri Kasi yang bernama Puspawati, bemama Arya Ardana.
5. Arya Dasabahu putra Kasi, dinobatkan menjadi raja, putranya adalah sang Datra, prabu Dasabahu, maharaja Kasindra, tersohor di dunia, sangat terkenal, sudah terkenal di dunia, kedua raja ini amat sakti dan berani, raja Kasi dan raja Astina.
6. Tersebutlah raja raksasa, sang Purusada raja Ratnakanda telah lama berada di tengah hutan, memburu-buru manusia, mendapat kecelakaan kakinya terluka, luka kena karang, jatuh tersungkur, tak dapat bangun, hanya bergeser-geser dan lama kelamaan menjadi penyakit, lapar tak dapat makanan.
7. Kebetulan tak seorangpun yang meliha,t karena itu lama tersiksa, raja Purusada, badannya kurus kering, sering terkejut, terasa akan mati, sudah tak ingat diri, berkata tak menentu, berkaul akan mempersembahkan, seratus orang raja kepada Hyang Kala bila sembuh, sakitnya dapat hilang.
8. Segera hal ini didengar oleh Sanghyang Kala, dengan tiba-tiba raja Purusada sehat, kekuatannya bertambah-tambah, sudah sudah segar bugar, kesaktiannya sebagai sediakala, amat kuat, bisa turun naik, berjalan di angkasa, semua punggawanya datang, memakai kendaraan Wimana.
9. Wimana adalah raksasa bersayap, laksana burung garuda berwajah raksasa, kuat besar, membawa sebuah rumah yang indah, dilengkapi dengan emas dan permata, dahulu sang Rawana raja raksasa dari Lengka, juga mempunyai Wimana, saat hancurnya sang Rama pernah menduduki, Wimana tersebut sebentar.
10. Lalu segera dikembalikan, kepada yang empunya, yalah Betara Pameswara dan juga, raja Boma seorang raksasa sakti, raja di Pragiotisa, terkenal kesaktiannya, juga mempunyai Wimana, hasil dari merampas kepunyaan Hyang Daneswara kalah, dahulu, oleh sang Boma.
11. Setelah raja Boma meninggal, dikalahkan o1eh Betara Kresna, raja Dwarawati, kendaraan lagi dikembalikan, kepada beliau
82