Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN PURWA SANGARA.pdf/79

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

sekarang ini, akan kulawan, mengadu kesaktian", lalu segera memanahnya, semuanya hilang jatuh, tak satupun yang mengenainya.

37. Resi Kesawa melarainya, lalu bernasehat, "Jangan tuan berkelahi, orang bagus yang tuan lihat ini, adalah putra raja Astina, datang dari pertapaan di Gunung Mahameru, ingin pulang ke Astina, beliau putra raja Kasi.

38. Tuan sebenarnya masih ada hubungan, berbisan dari pihak Prajnyadari", sang Dasabahu terkejut, lalu mohon maaf, dan banyak kata-kata yang dicetuskan tadi, dan raksasa itu tetap hidup, lalu sang Dasabahu membiarkan.

57b.
39. Lalu mengajak ke negara Kasi, ingin memperembahkan seorang putrinya, sang Sutasoma menurutinya, dan resi Kesawa lalu pulang, ke pertapaan dan raksasa itu menjadi muridnya, pada sang Sutasoma, dan sudah menjadi resi.

40. Lalu menuju gunung Kuranda, dan mengadakan tapa dan konon kedua putra raja itu, menaiki kereta perunggu, berjalan pelan-pelan, dan balatentra Kasi segera datang, menaiki dataran, meliwati bukit perbatasan.

41. Melalui daerah jajahan Magada, dan Kalingga dan semuanya ini daerah kekuasaan Kasi, setelah lama kemudian tiba, di negara Awangga, juga masuk jajahan negara Kasi, sampai tujuh belas negara, semuanya berada di bawah kekuasaan Kasi.

42. Namun rakyatnya banyak yang pergi, mengikuti rajanya beserta para punggawa, dan tentranya, pergi ke Ratnakanda, kira-kira yang tinggal seperempatnya, yang sanggup diperintah, masuk jajahan negara Kasi.

58a.
43. Sang Putra raja lalu berhenti, berdua di Awangga, terlebih dahulu patihnya diperintahkan, pulang ke negara Kasi, memberitahukan tentang cita-cita tadi, kepada baginda raja Candrasinga, dan sang permaisuri raja.

44. Demikian pula kepada para putra-putranya, Suladaksa dan Arya Sucita, tidak diceritakan patihya kembali itu, kedua

79