ke kerajaan Kasi, namun masih di daerah pegunungan, bermacam-macam yang dilihatnya, keindahan bunga serba indah, demikian pula banyak sungai besar-besar, di sanalah beliau mandi.
56b.
29. Adapun di lembah itu, banyak rakyat raksasa yang berkeliaran sangat menakutkan, merusak segala pertapaan, pimpinannya bernama Jaya Wisnu, punggawa sang Purusada, di negara Ratnakanda.
30. Sang Dasabahu melawannya, beserta tiga orang putranya, namun geraknya menyebar, untuk membunuh para raksasa itu, tiga orang putranya itu menang dalam perkelahian, banyak raksasa yang dibunuh, dan yang masih hidup semua lari.
31. Sang Dasabahu melawan, sang Jaya Wisnu bertempur amat ramai, lamanya tiga hari, saling gelut dan saling tusuk, panah telah habis demikian pula gada dan cakra hancur, lalu saling gulat memakai tangan, kena dahi raksasa itu.
32. Dipukul dan keluar darah, sang Jaya Wisnu segera lari, dan sang Dasabahu memburunya, sang Sutasoma kaget, dihadang oleh raksasa yang dikejar, dahinya berdarah, sangat lesu terengah-engah.
33. Tiba-tiba menyembah mencium kaki, mohon hidup kata-katanya belas kasihan, kemudian datang sang Dasabahu, sangat kaget melihat, seorang satrya muda yang amat bagus, berdua dengan seorang pendeta, lalu segera didekatinya.
57a.
34. Ia bertanya, "siapa tuan, rupa tuan amat bagus, agaknya mempunyai hamba pengacau itu, disembah seorang raksasa, raksasa yang jahat bernama I Jaya Wisnu, segera lepaskan, raksasa yang dihukum mati."
35. Sang Sutasoma menjawab, "Tuan salah sangka terhadap ini, bukan saya raja raksasa, saya datang dari pertapaan, didatangi seorang raksasa ingin minta tolong, karena kalah perang, karena iutu saya pertahankan."
36. Sang Dasabahu menjawab, "Setiap orang yang merintanginya
78