Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN PURWA SANGARA.pdf/72

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

sedia untuk kembali, menuju Malawa, sudah siap untuk berangkat, negara Magada, dibakar dan dihancurkannya.

52b.
25. Sesudah keluar dari daerah Magada, segera sampai di Malawa, dan setiba di kota, Kemudian membagi hasil rampasan, baginda raja Malawa, amat gembira, bermenantukan orang yang amat sakti.

26. Banyak bila diceritakan perbuatan yang menggembirakan itu, orang yang telah menang dalam peperangan itu, kemudian mohon diri, kepada raja Malawa, ingin pulang ke negaranya, negara Kasi, beserta raja Putri.

27. Diceritakan dengan cepat sudah sampai di negara Kasi, mereka telah berhasil dalam peperangan, baginda raja Candrasinga, sangat memujinya, demikian juga sang ibundanya, dan putri Malawa, sudah masuk ke istana.

28. Diceritakan berapa lama kemudian, raja Putra Kasi, beristri tiga orang, yang pertama adalah putri Malawa, kedua putri seorang resi, sri Wisradika, bernama Dewi Wisastri.

29. Yang termuda juga putri seorang pendeta, bernama dewi Sudasmini, putri seorang wiku, bernama Danghyang Musina, dan konon dewi Priyawati, putri Malawa itu, berputra seorang laki-laki.
53.a.
30. Nama putranya itu adalah Arya Sala, dan dewi Wisastri, berputra sang Daksa, dan sang Sucitraka putra dewi Sudasmini, adalah tiga orang putra, dari raja Putra Kasi itu.

31. Tersebutlah Sri Maharaja dari Astina, sudah dianggap tua, ingin diganti, oleh putranya, dan segera didudukkan, dan akhirnya, bernama Batara Jaganata.

32. Sang Sutasoma amat sedih, merasa belum tahu apa-apa, menjadi maharaja, ingin membangun sebuah Tara, di gunung Mahameru, maka pada malam hari lalu pergi, menyelinap dari para penjaganya.

33. Perjalanannya tergesa-gesa tak henti-hentinya, setelah dipersembahkannya, maka raja Astina, sedih amat sangat, seluruh

72