putra tetap pada pendiriannya.
30. Mereka mohon diri, diijinkan untuk menjalankan, sang Dasabahu bersedia, merebut sang putri Ayu, kemudian raden Putra Kasi berangkat, bersama Mentri dan Punggawa, beserta patihnya, yang bemama Jayawirota, segera diceritakan tidak tentang meliwati negara Kasi, sudah sampai daerah Malawa.
48a.
31. Segera masuk ke istana, karena raja Malawa itu, menyerahkan istananya kepada Kasi sang Arya Dasabahu, sudah masuk ke istana, langsung ke keputren, sudah di halaman, penuh dengan para Mentri dan Punggawa, beserta prajurit negara Kasi, raja Malawa bingung.
32. Akan dikatakan bersalah, mengambil mantu raja lain, karena mulanya tidak diijinkan, konon sang Dasabahu, setelah melihat sang Putri, memeluk kakinya sambil menyembah, wajahnya gembira, namun masih terbayang-bayang, karena pada matanya agaknya baru habis menangis, tetapi ini menambah kecantikannya.
33. Putra raja berkata halus, agaknya kelihatan seperti orang kesedihan, "Apa yang menyebabkan, adapun karida datang ini, ingin mengambil untuk di bawa ke Kasi", lalu sang Putri dengan cepat, berkata, "Janganlah tuan salah sangka, hamba memang selalu berbakti, untuk menetapkan hal yang lampau.
48b.
34. Adapun hamba terlihat sedih, berasal dari kata-kata dua hal, yang pertama kedatangan, raja Kosa Magada, hamba tidak ingin, didapatkan oleh orang lain, namun ayah mengijinkan, memaksakan kepada hamba, entahlah ayah dikenai apa, oleh raja Magada.
35. Hamba sedih silang malam, bersedia untuk bunuh diri, bila benar-benar datang, raja Magada, tetap ingin mengambil, diri hamba, benar-benar hamba tak inginkan, kesedihan amat terasa, karena perbuatan ayahnda amat salah, lupa akan junjungan.
36. Mencari sahabat tanpa sepengetahuan junjungan, terasa akan sangat disalahkan, demikianlah adanya, sekarang hamba ini, ingin menyerahkan hidup, sesuka hati tuanku, tidak akan be-
66