Batara Kala tak bersedia menerimanya karena di antara raja-raja tersebut tak terdapat Sang Sutasoma. Hal ini diketahui oleh Sang Sutasoma dan dengan tulus hati ia menyerahkan diri untuk dipersembahkan kepada Batara Kala. Saat Batara Kala melihat kedatangan Sang Sutasoma, Batara Kala segera hendak menelannya. Namun Batara Kala sakit perut karenanya. Dengan segala rintihan dan penuh pengharapan sang Sutasoma agar mau keluar dari dalam perutnya. Sang Sutasoma memenuhinya.
Setelah memberi pelajaran dan petunjuk-petunjuk kedarman Betara Kala akhirnya kembali ke Surga. Seluruh raja dan balatentara yang mati dalam peperangan dihidupkan kembali oleh Sang Sutasoma serta semua raja demikian pula Sang Purusada mendapat ajaran darma sebagai bekal hidupnya.
Semoga buku ini bermanfaat bagi masyarakat luas untuk melestarikan Sastra Daerah.
Jakarta, 1986
Proyek Penerbitan Buku Sastra
Indonesia dan Daerah.
6