19. Sebab raja, yang menyebabkan asal mula man usia di dunia, raja baru menghancurkan, negara yang bernama Kastila, tak bersalah sama sekali, tak mempunyai kesalahan sedikitpun sangat benar, karena desa itu, sangat subur tanahnya, terlalu berani menentang iisi ajaran sastra.
20. Sungguh-sungguh tak berbakti, Sanghyang Pasupati, Sanghyang Giri Jagatnata, sudah awas terhadap isi dunia ini, karena raja sekarang ini, dapat dijadikan oleh Hyang Guru, menjadi guru wisesa, di negara Astina seluruhnya, setiap yang berani harus dihancurkan.
38a.
21. Ada satu hal lagi, satu persoalan yang hendak disampaikan, tetapi bila diijinkan", baginda raja tersenyum, "Ya silahkan pendeta," bagawan Utangga berkata pelan-pelan.
22. "Ya tuanku baginda raja, ada cerita jaman dahulu, beliau yang sudah almarhum, ayahnda baginda, maharaja Parikesit, konon beliau mangkat dahulu, digigit Taksaka, tanpa mempunyai kesalahan apa-apa, laksana gunung terbakar disambar petir.
23. Saat itu ayahnda baginda, sangat menyedihkan, I Taksaka amat berani, bila memang benar, hendaknya kinidibalas, I Taksaka agar terbakar, buatlah yadnya sarpa, agar cepat-cepat mati, si Taksaka itu badannya kotor.
24. Carilah kebenaran itu, karena kesalahan naga itu terlalu besar, berani terhadap raja, kedua amat usil, terhadap resi amat suka mengganggu, tadi brahmana tuanku dibencanai, hampir menderita dosa, karena perbuatan I Naga Taksaka.
25. Tidak mengenal orang yang tua, dengan keadaan ini, saat brahmana tuanku, diutus istrinya, meminjam kundala manik, di istana Yodia, kepada istri raja Posya, bernama Dewi Sawitri, seorang wanita cantik yang sangat utama.
26. Setelah diijinkan, diberi kundala manik, brahmana baginda raja kembali, ingin menghadap istrinya, saat berada di jalan, I Taksaka lalu datang, tiba-tiba dengan segala kekuatan, hendak mencari kesempatan dari langit, bila para dewa tidak melin-
54