medan perang.
24. Hanya menjaga hidupnya, itulah kesalahan Arjuna", sang Bima kemudian lesu, lalu bertanya, "Apa yang menyebabkan, nasib tak akan sampai, mengantarkan sang Yudistira.
25. Karena tidak memikirkan, pikiran orang lain, dari pikiran yang timbul dari diri, karena yakin akan kesaktian, hal itu yang menyebabkan dosa, menyebabkan tujuan tak sampai, untuk menuju ke dalam tenang.
26. Telah habis semuanya, empat orang Pendawa lainnya, dan kelima dengan sang Drupati, hanya sang Yudistira, tinggal seorang diri, bersama-sama dengan seekor anjing, berjalan tak pernah berpisah.
27. Segera Sanghyang Indra turun, menjemput sang Yudistira, naik ke kreta emas, serta banyak bernasehat, agar jangan menyedihkan, keempat saudaranya habis, dan catur itu adalah empat.
28. Hyang Indra memuji-mujinya, terhadap sifat kedarman, baginda raja Darmawangsa, maka itu boleh naik ke Surga, tanpa melepaskan badan kasar, sang Darmawangsa berkata, "Bersedia-sedia untuk turut serta.
29. Bila bersama dengan anjing ini", Sanghyang Indra berkata tiba-tiba, "Mengapa berbuat yang bukan-bukan, beserta anjing ke surga, dan agar bersama ke surga, tak benar ke tempat pemujaan, hendak menaikkan anjing itu.
30. Karena amat mengotori, yang berujud anjing itu, para dewa-dewa, tak ingin melihatnya, karena itu jangan sekali-kali, amat sayang kepada anjing, tak ada gunanya sama sekali".
31. Kokoh kuat tak tergoyahkan, pikiran sang Darmawangsa, karena anjing itu terlalu setia, adapun saudara-saudaranya yang lain, tidak disebut setia, karena tak sanggup turut serta, dalam perjalanan sang Darmawangsa.
32. Yang benar-benar setia, anjing inilah yang dapat melanjutkan, berjalan pergi ke mana saja, sebab ia tak ingin meninggalkan,
42