Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN PURWA SANGARA.pdf/36

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

24a.
7. Kasak kusuk namun tetap menghendaki tempat baik, jalan buntu untuk berbuat, bila hendak dibeberkan semuanya, tak akan jadi membuat apa-apa.

8. Terserah di sana terserah di mana saja, terserahlah, hal yang demikian juga sukar, karena kalis tak bisa melekat sedikitpun.

9. Bila dicari yang mana akan dijumpai, bagaimana rasanya, sangat kabur dan tidak tentu, terus bertukar berganti-ganti.

10. Hukuman itu tidak jelas walaupun menggantung sendiri kena disentuh, menyesakkan dada, laksana terkena angin berbisa, bila tidak kuat dan keras menanggulanginya.

11. Selalu sibuk menunggu pasukan datang, karena nasib, agar kuat menahan penderitaan, sengatan api derita itu.

12. Ataukah ia akan mendekatkan segala racun bisa masuk, yang akan merampas pikiran, sangat menyusahkan, tambahan pula amat sedikit orang pandai.

13. Bila tidak seijin Tuhan Yang Maha Esa, kegagahberanian di dunia, segala isi bumi dan langit, segala yang disebut manusia sengsara.

24b.
14. Seribu sejuta kali maupun semiliun kali, juga tak ada duanya agar dapat melaksakannya, segala yang dititahkan Tuhan di dunia ini.

15. Menderita kesukaran agar dapat menahannya, diterima dengan senang hati, tidak melihat ke kanan ke kiri, sanggup mengejar yang benar-benar menjadi obat pikiran.

16. Jika tidak karena Tuhan, mengijinkan agar tidak bingung, menetapkan hati terhadap hal itu, karena banyak yang menggodanya, dan banyak juga yang tidak berbeda di negara ini.

17. Kemudian sang Arjuna menyembah kembali sambil merebahkan diri," Apa yang menyebabkan kehancuran di Dwarawati, karena Wisnu yang sudah memerintahnya.

36