tak terhiutng jumlahnya, namun semuanya tak ada yang memakai gelung candi, hanya supiturang tidak berhias demikian gemerlap, berisi permata yang jumlahnya amat banyak, hanya di tengah kedua keningnya memakai intan yang gemerlap berkelip-kelip, tidak sama keadaannya seperti raja-raja.
110a.
56. Demikian juga banyak raksasa yang datang menghadap, duduk di belakang raja Purusada, pakaiannya juga indah, intan yang besar-besar tergantung, penuh berjejer di dahinya, ada pula berupa mirah, ada berwarna hijau dan biru, gemerlapan berkilauan, memakai garuda mungkur besar kecil, yang dipakai oleh para raksasa itu.
57. Indrabajra Wimono dan Dumdumdi, pakaiannya menyerupai para raja, semua kelihatan indah cemerlang, laksana Surga berada di bumi, serta semuanya amat gembira, sebanyak mereka yang berada dalam penghadapan, para raksasa dan manusia semuanya bersatu, sang Jaya Wikrama, raja Purusada sudah berkasih-kasihan, sangat karib tampaknya.
58. Raja Sutasoma amat bijaksana, terlalu gembira beliau menyaksikannya, semuanya bersatu, raksasa dan para raja, lalu beliau berkata halus, "O, para raja sekalian, hendaknya hal ini terus berlangsung, kasih sayang bersaudara, raja Purusada sudah suci, jangan masih mangingat-ingatkannya.
110 b.
59. Sifat dahulu yang tak baik, janganlah ingin membalasnya, dengan akal yang buruk, ketentraman yang diusahakan, carilah yang bernama suci, perbuatan sebagai seorang raja, jika ingin melanjutkan, perbuatan yang sewenang-wenang, terhadap yang sudah mendapat kesucian, itulah tanda akan mengalami kehancuran.
60. Ingatkan oleh raja sekalian, mana musuh dan mana kawan, agar jelas diketahui, jangan salah ambil, melaksanakan perbuatan yang tak baik, itu yang akan dihadapi, bencana yang datang, agar jangan sebagai waktu yang lalu, berpikirlah dengan baik, untuk berbuat yang baik.
61. Semua raja mematuhinya, demikian pula raja raksasa menyem-
146