109a.
49. Raja Wilatma berjumlah dua puluh satu orang semuanya, keluarga raja Balika, duduk sebagai raja, adiknya bernama Singatma, yang lain Singapadana, raja Bahuwinda raja Baya Dana, Nagranta Upasanda, raja Wiradagra raja Monemo, raja Kata Agama dan Sonowira.
50. Juga sang Nilabahu Sukindra, Wisnujana dan sang Suprajana, demikian juga raja Wisanda, Ketaraja, sang Kula Bralan Trigata, Saradwa Sucantra, telah genap dua puluh satu orang, dilanjutkan oleh raja di Pawala, maharaja Haruna, antara lain, saudaranya berjumlah enam orang tak ada tandingannya.
51. Raja Bisaknya dan Dasapati, Wirakatma dan raja Suta, demikian pula raja Sutagra, raja Jayabahu, semua putra raja Bajrana, dilanjutkan oleh raja Dewara, para raja yang jumlahnya sembilan orang bernama, raja Banaba, Banajaya Sayastra, dan raja Durbangga, Gragandala dan raja Wigranda.
109b.
52. Juga raja Wradara Sulaja, diantaranya raja Wirasangka, genap seluruh adik laki-lakinya, sampai pada raja terakhir, kemudian tujuh belas orang raja berikutnya, raja Cabdrapana, dapat menduduki kerajaan, bersama adik-adiknya yang lain, juga raja Sudarga Durnagra, juga raja Wigrana.
53. Demikian juga raja Supada Grananda, raja Deragra raja Pradasa, raja Manadanana raja Monaba, demikian juga Sekara Susenda, beserta raja Wresesa, raja Wresesena, Jayanda Wijaya Kesra, raja Sangka raja negara Prasuba, kumpul beserta Antosara.
54. Laksana para Dewata berkumpul, menghadap Betara Jagat karana, pakaiannya indah-indah, semuanya memakai mas permata yang gemerlapan, banyak yang memakai mahkota menyerupai candi, ada pula yang memakai jepit udang, memakai garuda mungkur, candi kurung, badong memakai sesimping di bahu, laksana pakaian wayang parwa.
55. Tidak lagi diceritakan tentang putra raja, demikian pula para mantri dan punggawa, jumlahnya amat banyak, penuh sesak
GEGURITAN PURWA SANGARA - 10
145