Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN PURWA SANGARA.pdf/145

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

107a.
35. Para raja gembira semuanya, semua raksasa dihidupkan kembali, oleh ang Sutasoma, dan semua mereka itu menyembah, demikian pula raja-raja tiga negara, Magada dan Awangga, raja Kalingga, semua dihidupkan, dan seluruh bala tentara yang mati menjadi hidup, hingga kendaraannya.

36. Semua raja seratus negara, demikian pula raja-raja Astina, raksasa, semua menrut, lalu segera kembali ke Astina, sang Sutasoma, di jalan bertemu, Sanghyang Indra turun, menganugerahkan tujuh orang bidadari, hasil kemenangannya.

37. Mengalahkan raksasa sakti-sakti, menjelma ingin membuat ketenangan, segala mahluk seisi alam ini, itulah maka ayah datang, karena leluhur anaknda dahulu, yaitu sang Arya Danan jaya, sang Arjuna dahulu kala, mengalahkan Manimantaka, membunuh Niwatakawaca sakti, membantu Surga.

107b.
38. "Aku akan menyerahkan tujuh orang bidadari, ketujuh orang ini semuanya sama, dan sekarang terhadap ketujuh orangnya, agar disamakan, adapun bapak memberikannya kepada karena leluhurmu dahulu, semuanya suci, sanggup membuat keselamatan, di Surga maupun di dunia bila Tuhan mengijinkan.

39. Marilah datang ke Indraloka sekarang, tak akan lama hanya tujuh hari, sebagai apa yang diperbuat Arjuna dahulu kala, sang Sutasoma berkata, "Jangan Hyang Indra menambah lagi, semua ini sudah amat banyak, dijunjung dan dijinjing, pemberian para Dewata, hanya hamba mohonkan sedikit lagi, hidupkan segala orang yang meninggal.

40. Agar semuanya selamat, segala yang rusak dalam peperangan, Hyang Indra amat gembira, lalu menghujankan air hidup, raja Sutasoma lalu mohon diri, tak diceritakan di perjalanan, sudah tiba di Astina, orang-orang penuh sesak, banyak raja raja dan balatentara, beserta rakyat raksasa.

108a.
41. Tak lama berselang segera tiba, raja Jayawikrama Singala, dan patih Pramodana, punggawa dan maha Mentri, serta para

143