jadi penggantinya, dimakan Sanghyang Kala".
23. Semua raja-raja berkata sambil menangis, sudah dilihat para putra dan punggawa, lalu tempatnya berkelompok, dari sekian banyak raja-raja, putra raja Astina Kasi, saling bertangisan, semuanya berasa sebatang kara bila ditinggalkan oleh pimpinannya. Sutasoma karena agaknya hari ini, akan dimakan Betara Kala.
24. Raja Sutasoma melihat mereka semuanya, para raja-raja semua sedih, air matanya bercucuran, berkata sambil bernasehat, "Ah, para raja jangan terlalu sedih, menyedihkan diriku, dimakan oleh Betara Kala, sadarkanlah diri tuan-tuan, sifat menjadi seorang raja dari suatu kerajaan, yang dinamai utama.
105b.
25. Jangan menyesalkan diri, terhadap orang yang berbahagia, hal itu amat berbahaya, dan segera akan datang akibatnya, menghukum sesuka hati, menyalahkan mereka yang belum tentu kesalahannya, merampas tanpa perhitungan, setiap yang dilihat, karena banyaknya hamba tuan-tuan, keda semua mereka agar dikasihi, terhadap pendeta dan hal itu diteguhkan dalam hati.
26. Jangan mengganggu dan jangan menyombongkan kebesaran, menjadi seorang raja jangan menyombongkan kekayaan, demikian pula membunuh, awas-awaslah agar benar, terlalu berat jika berhutang jiwa, terhadap orang yang tanpa dosa, jangan pilih kasih terhadap segala kawan, berbuat baik kepada mereka, kepada rakyat kecil, bodoh tetapi tidak durhaka.
27. Usahakanlah berkorban, dan jangan asyik akan kemewahan saja", para raja semuanya, menyembah dan menghormat, kemudian dengan cepat, mendekati Betara Kala, raja Dasabau, demikian pula Purusada, raja Wela Kundi raja Cedi, Dwarawati dan Wirata.
106a.
28. Demikian pula raja putra Daksa, sang Sucita, dan Sang Ardana tersedu-sedu, bersedia dipakai sebagai penggantinya, kemudian sang Sutasoma membalasnya "Jangan terlalu kuatir, terserah
141