dihkan, bila benar-benar kehendakmu, berguru minta pelajaran, segera aku persembahkan ke hadapan Betara Kala, jangan bohong dengan janji, Betara Kala adalalah Dewa, bila tidak menepati pasti akan menjumpai malapetaka, karena bohong kepada Dewa."
17. Raja Purusada amat takut, lalu pergi mempersembahkannya, berdua dalam kereta, berjalan cepat-cepat, semua raja mengantarkannya, tak diceritakan di jalan, setelah tiba, di tempat Betara Kala, tak lama kemudian terlihatlah Betara Kala, terlalu mengerikan rupanya.
18. Segera raja Purusada berkata, "Sanghyang Kala hamba sudah dapat, Betara Sutasoma, sekarang hamba persembahkan, karena Tuanku yang minta dahulu", Betara Kala tertawa terbahak-bahak, Sri Sotasoma berkata, "E Hyang Kala bila aku akan kaumakan sekarang ini, lepaskan raja yang seratus itu"
19. Segera Sanghyang Kala memerintahkan, raja Purusada melepaskan, raja-raja yang dikurung, semua seratus orang itu, setelah lepas semua menyembah, ke haribaan sang Sutasoma, semuanya payah, karena tak makan apa-apa, karena lamanya ada yang membesar kesakitan, dan semuanya pucat pasi.
20. Seratus raja itu berkata, "Sebaiknya hamba sekalian, menjadi korban Kala, Tuanku agar dapat, menjadi pelindung dunia ini, bila Tuanku hilang, dunia ini akan hancur kembali, laksanakanlah tuanku, hamba semua ini sudah tua, sudah sepatutnya mati lebih dahulu".
21. Raja Sutasoma berkata halus, "O, seratus raja semuanya sangat mulia kehendak tuan, namun hamba tetap, karena sudah lama diharapkan, oleh Betara Kala, saya akan menurutinya, untuk menyenangkan Betara Kala, mungkin tuan-tuan belum tahu dengan pasti, saat ini saat dimakan Kala.
22. Anak dan adik tuan-tuan, semua bersedih di Astina, saya amat terharu, semua yang laki-laki, turut serta datang ke mari, demikian pula para punggawa, tuan-tuan sudah bebas, terlepas dari Betara Kala, karena sekarang ini saya yang akan men-
140