Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN PURWA SANGARA.pdf/121

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

Subangga, raja Dwarawati, dengan cepat memukul dengan gadanya, raksasa Subangga lalu mati, kemudian raksasa Dumdumdi datang, menyerang dengan swamoga.

89b.
32. Raja Dwarawati, tak sadar dengan tiba-tiba diloncati, bergumul di atas gajahnya, perutnya tertusuk, sang Citrangsuka lalu meninggal, bala tentara Astina lalu lari, demikian para putra raja.

33. Segera sang Jayendra menyerang, patih raja Astina, lalu dipukul oleh raksasa, mereka bergumul di dalam kereta, dengan cepat patih Jayendra, melepaskan panahnya remuk, seluruh rakyat raksasa itu.

34. Dengan panah Brahma Geni, dan panah Wasanawastra, yang dipakai menghancurkan raksasa itu, itulah maka raksasa iu takut, tak berani memperlihatkan diri, Buta yang aneh lalu lari, demikian segala macam yang salah bentuk.

35. Sang Indrabajra membalasnya, bersama dua juta raksasa, semua memecahkan gunung, demikian segala Butakala, membawa batu sebesar gajah, yang lain ada sebesar lumbung padi, geraknya sangat galak.

36. Sang Jayendra menghadapinya, batu-batu tersebut pecah kena panahnya, demikian yang membawanya terhuyung-huyung, sama keadaannya seperti sang Betara Kresna, kepandaia sang Jayendra, banyak raksasa yang mati hancur lebur, seperti halnya raksasa Sutiksna.

90a.
37. Segera sang Ardana datang, bersama Arya Salabksa, bersama-sama melepaskan panahnya, beribu-ribu raksasa, mati kena panah, yang berada di langit atau yang di darat hancur lebur, raksasa yang banyak itu.

38. Kemudian sang Dundumdi maju, menuju patih Jayendra, serta memegang senjata siomoganya, tetapi didahului dipanah, oleh sang Jayendra, siamoga itu terputus, dan sang Dumdumdi amat marah.

39. Dengan cepat menjelma menjadi api sebesar gajah, amat be-

119