Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN PURWA SANGARA.pdf/114

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

41. Bala tentra raksasa yang paling depan, semuanya raksasa putih, berkelahi saling parang, melawan tentra Dwarawati, raksasa putih hancur, banyak yang lehernya putus, demikian pula para menteri yang menjadi pemimpinnya, kira-kira pemimpinnya yang mati, ada lima puluh tujuh punggawa raksasa putih.

42. Semuanya hancur, oleh tentra Dwarawati, di antaranya oleh Sri Citrangsuka, banyak raksasa putih yang hancur, sisanya yang masih hidup lari, namun yang masih hidup jumlahnya sedikit, lalu ditinggalkan pergi, raksasa samar mengamuk kembali, bersama raksasa biru dan punggawanya sebanyak delapan puluh.

84b.
43. Datang dan segera menyerang, yang dituju adalah bala tentra Wirata, peperangan amat ramai, raksasa yang biru banyak yang mati, kemudian dibantu oleh raksasa Samar, menyerang memukul dengan kapak, tentra Wirata hancur, banyak yang luka kena kapak, dan beribu-ribu yang mati.

44. Raja Wirata lalu membalasnya, beserta banyak para Mentri, panahnya berjuta-juta, beterbangan mengenai, punggawa raksasa mati, Nilapraba seorang raksasa biru, dan Purwangga seorang raksasa samar, delapan puluh orang habis binasa seluruhnya, para mentri raksasa biru dan yang samar.

45. Raksasa yang hitam bangun, turun bersama-sama, dikapnya ngamuk amat hebat, punggawa Gedi diserang, dikapak dengan kandik, dan dihujani dengan batu, maka tentra Cedi lalu bubar, tiga orang punggawanya yang mati, raksasa yang hitam geraknya luar biasa.

85a.
46. Mantri negara Langka menyerang, menghujankan panah, demikian juga Mantri Kamboja, raksasa hitam banyak yang mati, para punggawanya membalas, kurang lebih dari seratus orang, putra raja Lengka, sang Gada lalu menghadapinya, terlalu hebat melawan serangan para raksasa itu.

47. Dengan senjata gada mereka menyerang, berada di atas gajah putih, direbut oleh raksasa, tentara raksasa hitam mengurung, bersenjata sambil menghujankan batu dengan ganas kepada

112