Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN PURWA SANGARA.pdf/106

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

bermuka anjing hutan, bermuka kijang atau babi, keadaannya bercampur baur.

92. Ada pula yang lain bermuka burung, laksana burung suari tanpa bulu, karena bulunya tak lebat serta tanpa sayap, berisi rambut belakang yang panjang, sebagai ijuk yang terlepas menjurai, terletak di kerongkongan.

93. Sangat banyak bila semuanya diceritakan, kini seluruh Manca dan Punggawa, yang berwajah tak menentu, buta pisaca dan raksasa, semuanya bersenjata, lengkap membawa bende dan sungu, dan rikit bunyi-bunyian, kecil-kecil.

78a.
94. Kemudian diikuti oleh para Mentri istana, orang-orang sang Indrabajra, semuanya loba-loba, serta sang Manakangsa, dan patih Wimona, pakaiannya serba indah gemerlapan, semua berada di kereta gajah.

95. Kemudian raja Purusada, menduduki Wimana, laksana Hyang Kala sejati, sinarnya gemerlapan, berkobar-kobar laksana matahari, pakaiannya gemerlapan, serba emas dan permata.

96. Mantri istana banyak berada di belakang, balatentranya ribuan sampai jutaan, dipimpin oleh sang Paksindrasya, beserta Mantri Duloma, dan Mantri Duskara, Dumdumdi Kubala Ketu, semuanya menaiki kereta Gajah.

97. Di darat dan di udara, raksasa banyaknya berjuta-juta, sangat hebat serangannya, laksana mendung di udara, laksana akan meruntuhkan dunia, suara raksasa yang banyak itu, laksana bergema di kegelapan.

98. Sesudah meliwati negara, kekuasaan Ratnakanda, seluruh bala tentra raksasa, dan lamanya dalam perjalanan, hal itu tidak diceritakah, kini sudah tiba di Astina, di Kuruksetra Mandala.

78b.
99. Karena daerah itu merupakan dataran yang baik, tempat yang luas untuk berperang, dan sudah pernah terjadi perang yang hebat, di tanah Kuru itu, yaitu sang Pandawa dam Korawa, berperang dahulu kala, dalam pemerintahan raja Duryodana.

104