berkelompok-kelompok, yang putih satu kelompok, juga ada Punggawanya, kemudian disusul raksasa yang berwarna biru, juga diantar oleh Punggawanya.
84. Diikuti oleh raksasa gadang, juga diantar oleh seorang Punggawa, raksasa biru dan poleng, raksasa ungu dan raksasa yang saru, hitam kuning dan merah, raksasa tak tentu warna, juga diantar Punggawa.
85. Bersenjatakan kapak perusak, juga memakai gergaji dan kapak, serampang dan sambeng, diikuti oleh yang agak besar, yang setinggi pohon enau, setinggi pohon rangdu, berkeliaran menakutkan.
86. Sikapnya sebagai menggotong batu, besarnya laksana gajah, ada pula yang lain sebesar banteng, bercelana pendek-pendek, berbaju hanya penutup dada, rambutnya semeraut laksana ijuk, gigi putih besar-besar.
87. Yang lebih besar mengikuti di belakang, banyaknya beribu-ribu, semuanya kumis dan berjenggot, dan lebih banyak gundul, warnanya sangat merah, dibahagian belakangnya berisi jambul, laksana jambul seekor bebek tua.
88. Berkalungkan rante yang gemerencing, jika dipikirkan laksana barong, berjalan dan terlalu menakutkan, di belakangnya lagi sekumpulan yang berambut kejur, poleng agak berbintik-bintik, badannya terlalu besar.
77b.
89. Memakai kalung ular, yang besar sebesar tiang, ular yang galak dengan menjulur-julurkan lidahnya, yang di belakangnya lagi, sekelompok berhidung panjang, giginya tajam-tajam dan memberengut, matanya kebanyakan kecil-kecil.
90. Agak juling terlalu kecil, namun tetap tajam tatapannya, kulitnya berpecak-pecak, laksana penyakit kusta dongkang, sangat menyeramkan, suaranya sangat mendengung, keras membuat rasa terkejut.
91. Lebih di belakang lagi, banyaknya ribuan pula, sekelompok raksasa yang aneh-aneh, berwajah sapi atau berwajah kuda,
103