Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN PURWA SANGARA.pdf/101

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

73b.
49. Bala raksasa semuanya, merampok ke dalam negara, mengambil segala barang yang indah-indah, menuju istana Singala, dirusaknya, para raksasa itu terlalu jahat, sering membuat kehancuran.

50. Dengan segera raja Purusada, pulang meninggalkan daerah yang dikalahkannya, gunung Singala, jalannya melalui udara, beserta seluruh bala raksasa, kemudian perjalanannya menuju, ke pegunungan Widarba.

51. Raja negara Widarba, bernama raja Boja, namanya itu nama turun-temurun, sebagai halnya raja Boja dahulu, di negara Widarba, putra raja Kasi, namun hal itu sudah terlalu lama.

52. Raja Boja sekarang ini, sebanding dengan raja Boja yang lampau, sangat suka mempelajari hal kepanditaan, sering mengadakan upacara korban, serta bersedekah, raja yang tahu akan segala tutur, sering berbuat tapa berata.

53. Konon raja Boja sekarang ini, sedang mengadakan korban upacara amat ramai, segala sesajen sudah tersedia, segala bahan untuk upacara, para pendeta datang, mereka yang berasal dari negara Widarba.

74a.
54. Dikeluarkannya segala macam sedekah, banyak yang indah-indah, untuk pendeta Siwa Buda, demikian juga untuk para Mentri dan Punggawa, karena semua mereka itu diundang, para balatentranya agar datang, lengkap dengan segala macam senjatanya.

55. Konon tersebutlah raja raksasa itu kembali, sudah sampai di daerah tujuan, yaitu pegunungan Widarba, patih Wimana memperingatkan, bila benar, tujulah tempat yang lain, karena keadaan raja Widarba ini.

56. Raja ini terkenal gagah berani dan sakti, serta bersikap sebagai seorang pendeta, tak dapat dianggap gampang, karena beliau penjelmaan orang utama, dari sejak dulu, tak mungkin didapatkan hidup-hidup, tentu sama halnya dengan yang ada di Singala.

99