Bait 15 - Tentu sekarang ini, adikku, bila ia datang, si Patih Madri, yang memasuki tubuh kakak, buatlah daya upaya, karena terhadap kakak ia salah tingkah, kakak akan bersem bunyi terlebih dahulu bertengger di kayu yang besar itu, bila datang, buatlah daya upaya, hendaknya kau mencumbu sebaik-baiknya.
Bait 16 - Tiba-tiba yang membawa bencana itu datang, mendekati, tempat Sang Dyah, Sang Dyah menolak, kata-katanya halus, ya tuan jiwa atma kakak, kakak mohon kepada adik, sudilah Tuan menolongnya, mari kita bertemu, di tempat tidur. untuk mendapatkan kenikmatan pertemuan, raja putri menjawab.
Bait 17 - Aduh Tuanku baginda raja, saudara tuan, beliau sang Tapasa. tidak turut serta, Tuanku sudah tidak ingat, dahulu Tuanku mengatakan. Tuanku adalah kakak beliau, raja menjawab dengan pelan-pelan. mengapa sayangku tuan, tidak sudi, tidak belas kasihan terhadap kakak, terlalu lama kakak tidak makan.
Bait 18 - Tunggulah pertemuan kita adikku, coba serahkan, anak tuan, si kecil itu menangis, ingin akan dijauhkan dengan segera, ingin bersama-sama dengan bibinya, agar diajak pergi, dihentikan oleh baginda raja, raja siluman itu, jangan jauh-jauh. kakak akan menghibur sekarang tangis si kecil itu.
Bait 19 - Ya silahkan Tuanku, sangat menggembirakan, putra tuanku ini, kambing yang disenanginya, berdua dengan anaknya, yang bernama si Badasil, itulah yang Tuanku carikan, kemudian diperintahkan, membawanya dan sudah tiba, induk kambing itu, keduanya dengan si Badasil, itu Tuanku kerjakan.
95