VIII. PUPUH SINOM
Bait 1 - Bersama sang Tapasa, demikian juga Batur Sasana, sudah mereka masuk, diiringkan oleh pelayannya, mereka semuanya menghadap di serambi, di hadapan Raden Galuh, semuanya duduk dengan tertib sambil memegang perlengkapan, sangat serasi, sebagai tatalaku kaum wanita.
Bait 2 - Di sana berbincang-bincang, tentang keutamaan ilmu pengetahuan, sang Batur Sasana, hanya menunggu, sang Dewi berkata, sang Tapasa turut serta di sana, dengan tanda gerak mata, sang Tapasa telah mengetahuinya, karena beliau benar-benar, pandai dan sangat tanggap.
Bait 3 - Tahu akan arti pandangan mata, lalu masuk ke istana, Ugrawati diperintahkan, agar ada jalan, untuk bercerita, Ugrawati berkata sambil menyembah, Tuanku, hamba mohon Tuanku bercerita, sang Tapasa berkata halus, dahulu ada orang bersaudara.
Bait 4 - Tiga orang bersaudara, kesenangannya berbuat jahat hanya mencuri, hanya itu pekerjaannya, kerjanya setiap hari, suatu malam mereka bersepakat, setelah berhasil mencuri, mendapat harta benda, mereka berkeinginan, segera menanamnya, di tempat yang jauh dan sukar.
Bait 5 - Agar di tempat itu sunyi, kala menanam tak ada orang yang tahu, sebab akan menanam emas, agar
82