Bait 19 -
Menyesali diri atas jerih payahnya, Tuhan tak menaruh rasa kasihan, lalu merebahkan diri di pohon pandan, di sini juga tak mendapatkan apa.-apa, untuk mencarikan diri ikan, mungkin tak pernah berbuat kebaikan di masa yang lalu, terasa hidup ini tak berguna.
Bait 20 -
Bila di sini tak berhasil, lebih baik mati dipukul ombak, setelah habis menyesali diri, sesaat ia menoleh, arah ke timur di tempat itu, terlihat seekor burung blibis, seekor blibis putih sedang menggaruk-garuk badannya.
Bait 21 -
Sedang ia menggaruk-garuk bulu sayapnya, sambil mandi timbul tenggelam, di tepi air itu, si Bharajana membuka, lalu memasang jalanya. burung blibis itu tertangkap, segera diambilnya.
Bait 22 -
Karena hatinya sangat gembira, dipikulnya lalu dibawanya, konon sudah berada di darat, segera dibuka, tiba-tiba burung blibis itu berkata, jangan paman tergesa-gesa, menyiksa saya.
Bait 23 -
Aku akan memberikan paman bukti, mencarikan ikan di laut, nah sekarang kakiku ini, kiri kanan pegang, sekarang mari kita pergi, lalu terbang menuju, tempat ikan yang banyak.
Bait 24 -
Sesuka hati paman mengambilnya, penangkap ikan itu menurut, kemudian I Bharajana, memegang kaki burung itu, di sana ia bergelayutan, jalanya dipegang terayun-ayun, lalu burung blibis putih itu terbang.
Bait 25 -
Terbang melayang di langit, dan kini lalu turun, turun di lautan seberang, disana mendapatkan ikan, tak terhitung banyaknya, dibungkus pula dalam jala,
57