Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN PISACA.pdf/47

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi
IV. PUPUH GINADA

Bait 1 - Adapun tentang ketiga putri itu, bernama Tri Gancapa, mereka kemudian diambil, oleh baginda Sri Dharma, dan ketiga putri itu, telah mulai, bertemu asmara di tempat tidur.

Bait 2 - Ketiganya berganti-ganti, menikmati keindahan rasa pertemuan, di tempat tidur satu persatu, sekarang diceritakan keadaannya sudah selesai. Perkawinan sudah dilakukan, sama halnya, dengan keadaan penganten baru.

Bait 3 - Tingkah laku penganten baru, rasa cinta kasih selalu melekat, kemana-mana bersama-sama suami istri, selalu beriring-iringan seia-sekata. karena baru mendapatkan apa yang diinginkannya. yang selalu menjadi harapan dan cita-citanya.

Bait 4 - Setiap hari bercengkerma. Digunung mengarang dan berpantun, keindahan gunung dan lautan. terlukis dalam pikirannya, laksana Dewa Asmara dan Ratih. Mengagumkan, keindahan gunung dan hutan.

Bait 5 - Sang Dyah tak pernah menolak, ketiganya selalu seia sekata, saling kasih mengasihi, di tempat tidur saling berpelukan, memenuhi kesukaan hati, dan sekarang, sudah tiba tengah malam.

Bait 6 - Saat itu Dyah Widaksi, membangunkan kedua adiknya, Dyah Widaksa dan Widata, pergi di tengah malam itu, tujuannya untuk ngiwa, karena diperkirakannya, baginda raja sedang nyenyak tidur.

45