Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN PISACA.pdf/45

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

Bait 36

Sambil merendahkan diri, ya Bapak, saya mohon maaf, kepada paduka sang Empu, sudilah memaafkan, saya ini, jika bapak sudi dan bersedia. saya mohon, pembersih rasa kesedihan.

Bait 37

Benar-benar tak terobati, tak henti-hentinya, saya mendapatkan kesedihan hati, bukan satu dua kali,hidup saya kotor. Sang Pendeta, lalu berkata manis,janganlah kuatir, terhadap diri Tuanku ini.

Bait 38

Kesukaran sepanjang hayat, tanpa ada cacat celanya.Serta kesedihan dalam hati, dilarikan ke gunung, sebab perbuatan dalam negara, tak terjamin, semua itu ada dalam diri sendiri, meneguhkan rasa kedarman, agar jangan menjalar.

Bait 39

Sckarang bersihkan kembali, pikiran, kemudian mohonkan restu, kehadapan Hyang Dewa Guru. yang berada dalam api suci. Demikian, kata sang Wiku. Baginda raja mengikutinya, dan sekarang sudah dilaksanakannya.

Bait 40

Segala tatacara upacara, sudah selesai, scmua tatalaksana. Menghilangkan kekotoran. Segera dapat terhapus. Bersih, karena kemampuan sang Wiku. bijak dan pandai, untuk menghilangkan segala macam kotoran batin.

Bait 41

Laksana lumpur di tanah, disucikan, dihanyutkan ke laut. Saat itu baginda raja menyembah, karena sudah dibersihkan. Dasa mala, sudah bersih tak ada kotoran sedikitpun. Kemudian baginda mohon diri lalu pergi,berjalan arah utara.

Bait 42

Berapa hari lamanya beliau, berada di hutan, masuk ke dalam gunung alas, kemudian sampai di pinggang

13