Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN PISACA.pdf/44

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

Bait 30

Tak ada yang memberitahukannya, memberitakannya, kedatangan tamu agung, beliau mampu melihat dari jauh, setelah selesai memusatkan pikiran, ada seekor bunglon, terlihat merayap turun. Turun dari pohon sirih, ialah yang diutus beliau sekarang.

Bait 31

Agar ia menjemput baginda, dengan segera, bunglon itu sudah mohon diri, menghadap baginda raja, perkataannya mohon maaf, hamba ini. Karena diutus, oleh sang Pendeta, Tuanku dimohonkan datang.

Bait 32

Agar datang ke asrama, di tempat itu, sebagai tempat duduk Tuanku, baginda raja mengangguk, dan kemudian segera berjalan, menuju, baginda lalu masuk. di sana beliau melihat sang Resi. Baginda lalu menghormat dengan sopan.

Bait 33

Sang Resi berkata halus, silahkan. Di sini Tuanku duduk. Apa yang menyebabkan Tuanku. sangat penting dan datang secara diam-diam, seorang diri, pergi ke gunung, dan bertemu dengan bapak, baginda raja berkata halus.

Bait 34

Saya mohon maaf, maafkanlah saya, anakanda sang Pandeta, kemudian baginda duduk, setelah dipersilahkan duduk, segala upacara, makanan dan air pembersih, serta kapur sirih yang harum, demikian pula buah-buah segalanya.

Bait 35

Tumpi manjari madu parka, beserta buah-buahan, sudah dimakannya, disana sambil berbincang-bincang, adapun beliau sang Pendeta, sudah sempurna, sudah dapat diselesaikan di sana, dan mulailah pembicaraan, baginda raja berkata halus.

42