Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN PISACA.pdf/42

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

Bait 18

Adapun hamba ini, diperintahkan, merusak dan menggoda, daerah ini, menggoda para pendeta (sang Dwija), karena sinar beliau, sampai di langit. sang pendeta amat sakti dan bertuah, lalu marah kepada hamba.

Bait 19

Dikutuk menjadi buaya, tak ada yang lain. Hanya bagindalah, yang seharusnya yang meruat hamba. atas anugrah Tuhan, karena keras, pemohonan hamba itu, mohon kepada beliau, agar Tuanku mengangkat kami.

Bait 20

Tuanku telah sudi meruat hamba. tidak perlu. hambag menunggu agar, sampai ada perintah Tuanku, menyuruh hamba sebagai pelayan, untuk membayar hutang, setahun lamanya tak akan habis terbayar, tak bedanya hamba ini, hamba berhutang jiwa.

Bait 21

Prabu Aji Dharma, menjawab. Terlalu berlebihan oleh bibi, sebagai apa yang bibi katakan itu. perbuatan dan pekerjaanku memang hanya, rasa kasih sayang, kepada segala yang hidup, adapun sebab saya datang sekarang ini, untuk mencari sang Maharesi.

Bait 22

Seorang Resi yang bijaksana yaitu Danghyang Bowila. Kepada beliau kumohonkan, menghilangkan segala kotoran diriku, membersihkan segala gangguan, lalu berkata, bidadari itu. Adapun beliau itu. beliau tak masih berada di sini.

Bait 23

Beliau telah pindah asrama, sekarang, beliau bertempat di Ucaga Tirta, dari tempat hamba dulu, tempat beliau di Barat, setelah berkata, kedua bidadari itu terbang, diceritakan baginda Aji Dharma, menyucikan muara sungai itu sekarang.

40