Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN PISACA.pdf/41

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

Bait 12

Semuanya dicarinya, kemudian mandi, dan membersihkan diri, mengikuti tebing gunung, di sana terlihat, sebuah asrama, tetapi sudah sunyi sepi, telah ditinggalkan sang pertapa, rumah-rumah semuanya rebah.

Bait 13

Diselimuti jaring labah-labah, berjamur, agaknya sangat memprihatinkan, jatuh rebah tak menentu arah, terpikir oleh baginda raja, jika dibandingkan, laksana negara yang hancur. ditinggalkan pergi oleh rajanya, dan sekarang beliau sudah tiba.

Bait 14

Sampailah beliau di Yamuna. jika diceritakan, sungai Yamuna ini merupakan kesatuan tiga sungai. sungai kedua sungai Swabadra, yang ketiga, sungai Loma namanya, dihilir bersatu, didiami dua ekor buaya.

Bait 15

Di sana menjadi muaranya, yang menyebabkan, sepi dan sunyi di sini. Para raja-raja, tak ada yang datang ke mari. Diceritakan baginda Sri Aji Dharma, segera turun ke dalam air, lalu disergap oleh buaya itu sekarang.

Bait 16

Maksudnya untuk membunuh, mereka berdua. menggigit kaki baginda raja, baginda raja amat marah. Keduanya ditangkap sekaligus, diangkat, terlihat dengan terang bidadari. Pakaiannya berkibar-kibar, ditiup angin.

Bait 17

Kemudian berkata sambil menghormat, kata-katanya halus, ya Tuanku baginda raja, pasti Tuanku sama sekali tak mengenal hamba, ini hamba bernama, Kamini dan yang lain, ini adalah Krimika, pelayan Sri Watra Dewi.

39