Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN PISACA.pdf/40

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

Bait 6

Rasa kasih kepada diri hamba, memang benar tuan tak mengenalnya, terhadap penjelmaan saya ini, saya adalah putra seorang Gandarwaraja, Citragotra, itulah nama hamba. hanya Tuankulah, yang melebur dosa hamba sekarang ini.

Bait 7

Sang Pendeta telah mengutuk, hamba ini. Entah berapa hari hamba menunggunya, hingga tiga puluh tahun, lebih tiga bulan, hamba makan, segala jenis makanan, dengan buas memenuhi nafsu, berupa seekor harimau yang menakutkan.

Bait 8

Sekarang saya sudah sempurna, sangat gembira. Pikiran saya tuanku, tak balasan yang dapat saya haturkan, terhadap kerelaan Tuanku kepada saya. Meruat hamba, menghilangkan, dosa hamba. Mengembalikannya ke asal mula, sudah berakhir kesengsaraan saya, kembali hamba sebagai sediakala.

Bait 9

Pada waktu hamba bersenang-senang. Hamba, tiba di surga dahulu, hamba melangkahi Sang Bhiksu, saat itu hamba dikutuk, menjadi harimau. Berdiam di hutan raya, ya inilah saya, yang berbentuk harimau dahulu itu.

Bait 10

Ambilah kulit ini, dan juga, kemudian cabut taringnya, sebagai penjagaan diri. Itu dipersembahkan kepada Tuanku. Silahkan dan lanjutkan, tapa Tuanku. Hamba mohon diri akan kembali, ke Amarabhawa sekarang ini.

Bait 11

Demikian perkataannya, sang Citragotra, lalu hilang setelah menyembah, meninggalkan baginda raja, lalu taring harimau itu dicabut, menuju ke selatan. Baginda berjalan, seluruh tempat air suci. Semua didatanginya.

38