Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN PISACA.pdf/37

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

nung Imalaya yang lebat, sangat lebat dan sangat menyukarkan. Tempatnya tak teratur, sinar matahari tak terang, karena dihalangi oleh kabut.

Bait 48 - Laksana hari sudah malam. suara guntur remang-remang, terdengar di mana-mana. diiringi oleh kilat, kilat menyambar kian kemari, diiringi angin bertiup pelan. hujan turun dengan lebat, pohon kayu yang ada di sana, gemetar laksana kedinginan. kulitnya berbekas-bekas. panunya kelihatan putih-putih. laksana diselimuti embun.

Bait 49 - Adapun keadaan pohon-pohonan semuanya. laksana seorang yang teguh tak tergoda. dari tempat tumbuhnya, sedia untuk mempertahankan tempatnya itu. setia dan berani membela mati, daunnya berdesir tunduk ke bawah, berwarna merah, berdekatan dengan pohon tangi. di bawahnya, penuh dengan pohon alang-alang, rimbun dipakai tempat lalu lalang.

Bait 50 - Oleh binatang warak dan kancil. semua penting, mencari makanan. demikian pula menjangan dan kijang, sangat senang bermain-main di sana, sambil makan rumput yang tumbuh di tebing-tebing. di bagian kebun yang subur, rumputnya rimbun. Anak-anaknya berlari-lari kecil, bermain-main. tiba-tiba datang seekor macan, mulutnya menganga.

Bait 51 - Tampak taringnya runcing, giginya tajam. kancil itu liar. lari masuk kesana-kemari. macan itu ingin, menangkap kancil itu, bersedia-sedia untuk menangkap ekornya. akan ditangkapnya dari belakang. kukunya sangat runcing, dan tajam. wajahnya memberingas. matanya bercahaya merah.

Bait 52 - Matanya bulat melotot, serta bersinar-sinar. mulutnya menganga, taringnya runcing dan tajam, semua

35