Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN PISACA.pdf/35

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

Bait 38

Pulanglah tuan kembali, dan beritahukan, bahwa pekerjaan tuan tak berhasil, demikian kata baginda raja, sang Menaka muram, pandangannya sayu, berbuat seperti orang menyembah tangannya memegang buah dada, sambil mengikatkan selendang, hingga terlihat, keindahan susunya, sesuai dengan lemah gemulai pinggangnya.

Bait 39

Setelah selesai berbakti, lalu berjalan, terbang ke udara sambil meliriknya, sambil tersenyum, hilang lenyap dari pandangan mata, bersamaan dengan kerdipan mata, hilang dalam awan, laksana wayang, dan memakai lampu, dari sinar matahari, diceritakan sekarang orang yang ditinggalkan.

Bait 40

Tidak sekali dua kali, digoda, dan didatangai bencana, godaan dari Tuhan Yang Maha Esa. ingin merusakkan dharmanya, yaitu kehendak baginda raja, ingin membersihkan diri, datangnya tanda-tanda kekotoran, yang dapat membuat malapetaka, berkeinginan, akan meninggalkan negara, pada suatu hari.

Bait 41

Diceritakan pada waktu tengah malam. pada saat, sedang tidur, orang seluruh negara, baginda raja ke luar, beliau berjalan bersembunyi, perjalanannya ke arah timur, tak ada yang mengiringkannya berjalan, berjalan sendiri tak tentu arah tujuan, diceritakan keesokan paginya. sudah melewati negaranya, dan sudah sampai pada sebuah dusun.

Bait 42

Beliau terus berjalan. hingga, sudah jauh tiga, banyak desa yang sudah dilintasi, menuju ke kaki sebuah gunung, bernama gunung Imadri. tiba-tiba di sana terlihat, mata air yang jernih, airnya sangat jernih, dan sebuah sumur kecil, disanalah baginda,

33