orang yang tidak saya cintai.
Bait 24
Namun saya adalah keturunan, keluarga biasa, di gunung, baginda raja saya lihat, menderita kesedihan, perasaan saya benar-benar terharu, itulah sebabnya maka saya, datang sekarang ini, memang ingin menghambakan diri. kepada baginda raja, bila Tuanku sudi, menerima keperawanan saya.
Bait 25
Untuk perbuatan memadu asmara. saya. menyerahkan diri, sesuai dengan yang Tuanku kehendaki, agar Tuankulah yang menguasainya, karena bila dicari, dibandingkan dengan permaisuri Tuanku, saya terlalu jauh kurangnya. Terutama dalam kebaikannya, tetapi, sudilah kiranya Tuanku. memaafkan atas kebodohan saya.
Bait 26
Karena benar-benar saya amat bodoh, namun, saya bersedia untuk menghamba, memijat kaki paduka pada saat. Tuanku payah. kemudian raja menjawabnya. ya. maafkanlah saya tuan. adapun kehendak tuan. kiranya tak terpenuhi, sangat bingung, pikiran saya sekarang ini, mungkin sudah karena kehendak Tuhan.
Bait 27
Sebagai tidak menumbuhkan nafsu, sangat gampang, adanya kerelaan tuan ini, laksana melukai hati, karena dari awal mulanya tuan datang, duduk di paha kanan, adapun pangkuan saya itu, tempat saya mengemban. hanya bila memangku anak, bila di kiri, seperti tuanlah yang menempatinya, sebagai seorang istri yang utama.
Bait 28
ltulah seorang wanita yang utama, tak ada yang menandinginya, untuk menjadi seorang istri, ya jangan tuan bersedih hati, karena saya tetap memegang, ta-
30