rum semerbak, yang terbuat dari. kain sutra ungu terukir gambaran daun-daunan.
Bait 98 - Barurai air emas cina dan sangat serasi, memakai kain keliling sutra berkilat, yang mengelilingi seluruh bangunan, berisi mutiara dan mas permata, umbai-umbainya bergantungan, bergelayutan, daun kelapa dan daun enau bergerak ditiup angin.
Bait 99 - Umbul-umbul dengan kain kamala, berkibar-kibar ditiup angin, di atasnya kain sutra widruma, sutra putih dan direnda, bercahaya gemerlapan berkilauan, seluruh upacara, semuanya sudah disiap kan dengan rapi.
Bait 100 - Halaman sudah bersih dan rata, demikian pula kuburan sudah dibersihkan, rumput-rumput dihabiskan, batu-batu diratakan, diratakan dan diatur, lalu disiram, serta ditaburi pasir.
Bait 101 - Setelah halaman rata dan tak berlumpur, kemudian kini ditaburi, dengan bunga-bunga, diperciki harum-haruman, pedupaan harum mengepul, bercampur, dengan asap menyan dan astanggi.
Bait 102 - Kepulan asap pohon garu dan cendara, majagau tak ketinggalan, baunya harum semerbak, demikian keadaannya, halaman kuburan sudah bersih, bermacam macam perhiasan. semuanya yang indah-indah.
Bait 103 - Kekayaan mas perak permata yang indah-indah, itu terutama, disedekahkan oleh baginda raja, beserta permaisurinya, sedekahnya amat banyak., hanya diharapkan, perjalanannya selamat di jalan.
Bait 104 - Terhadap sang pendeta Siwa Boda, demikian pula Bujangga Resi. juga diberinya sedekah, berupa mas
21