Bait 91 - Oleh Dyah Rupini yang selalu berduaan, nah kau adikku duduk disini, orang yang disapa lalu menyembah, tunduk tak berani melihat. baginda raja berkata. karena sangat penting. aku memanggil sekarang ini.
Bait 92 - Paman agar dapat menyelesaikan. mengerjakan pekerjaan sekarang, undang rakyat semuanya. para Menteri dan Pendeta. jangan menolak sedikitpun. terhadap raja paman. terhadap istriku sang permaisuri.
Bait 93 - Beliau ingin membakar diri. terjun ke dalam api melaksanakan setia terhadap ucapan. aku ingin turut serta. ingin setia kepada istri. hal itu disediakan. membuat tungku api.
Bait 94 - Agar sudah berisi api yang berkobar-kobar. dan juga buat pula sebuah panggung. buat suatu tangga, tangga tempatku. semua dipanggil segera. semuanya dipanggil. rakyat kita dengan segera.
Bait 95 - Patih Madri pikirannya sangat kaget. kemudian menyembah lalu mohon diri, keluar dan mempersiapkan pekerjaan, dengan segera sekarang, Menteri dan Pendeta datang, hilir mudik, tak habis-habisnya hingga pagi.
Bait 96 - Tak ada pekerjaan yang disukarkan, karena hamba sahayanya banyak, seluruh bangunan, semuanya indah dan serasi terlihat. tangga tinggi. serta terbentang. kain alas dari permadani.
Bait 97 - Memakai kain leluhur warna hitam berbenang emas, pinggirannya lebar dan sangat indah. bangunan bertingkat tujuh, kasur terbungkus kain sutra. tirai ha
20