Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN PISACA.pdf/21

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

raja, kepada sang permaisuri, namun sang Dyah tak puas hatinya, terhadap perkataan baginda raja.


Bait 85

Sangat menghendaki kejujuran hatinya, ingin mengetahuinya, sangat sedih bila tak diketahuinya, tambahan pula bila tak diberitahukan, ingin pergi walaupun akan mati, karena disangka telah membohonginya.


Bait 86

Sebagai baginda raja dikatakan, sudah melepaskan perjanjian, tak benar kasih sayang, orang yang disangka itu, bohong tetapi sebenarnya hal itu benar, setia kepada kata-kata, dan menjalankan kesetiaan.


Bait 87

Jika akan melaksanakan apa yang sebenarnya, bila beliau menceritakan, pasti beliau akan wafat, rohnya tak ada yang membersihkan, menjumpai papa neraka, sengsara, kedua mereka itu sama-sama kuat pendirian.


Bait 88

Sama-sama kuat pendirian dan sama-sama mementingkan dan berani, akan mempertahankan kesetiaan mereka masing-masing, mempertaruhkan jiwa, kemudian beliau berdua keluar dari dalam kamar, berpegangan tangan laki perempuan, kemudian sampai di halaman luar.


Bait 89

Menyuruh memanggil Rakriyan Madri, sebagai mentri tertinggi, benar-benar pandai dan susila, penuh akal muslihat, patut dipakai saudara, oleh baginda raja, perawakannya tinggi dan wajahnya manis.


Bait 90

Muda bagus perwira dan pemberani, sesuai dengan keadaan baginda raja, Rakriyan Patih Madri, segera datang dan menyembah, ke hadapan baginda raja, Aji Dharma, berkata dan disertai pula.


19