Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN PISACA.pdf/17

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

Bait 56 - Ya itulah yang tak dapat saya hilangkan, dari dalapikiran saya sebenarnya, sekarang sang Nagaraja, laksana putus jantungnya, baru mendengar, puji-pujian baginda, raja Aji Dharma yang agung itu.

Bait 57 - Sang pendeta segeara menjawab. terharu pikiranku anakku, kau adalah memang anakku, anaknda memang tak tahu, saya adalah kawan anaknda, sang Nagaraja. dan anakku tak mengenalnya sekarang ini.

Bait 58 - Terhadap diri bapak bapak berupa binatang, tetapi berasal dari Dewa sebenarnya, itulah yang menyebabkan, bapak bisa berubah rupa, dapat menjadi setiap yang bapak kehendaki. jika hal itu dibicarakan, ada bukti-buktinya.

Bait 59 - Bukti bapak ini terdapat sebuah manik utama, sebesar telor angsa, sedemikian besarnya, itu yang menjadi hiasan, terletak diujung ekor dahulu, nah terimalah ini. bapak memberikanmu anakku.

Bait 60 - Itu menyebabkan berhasil segala yang dikehendaki, akan kuberikan anakku, relakanlah hatimu, menuruti kehendakku, sekarang anakku akan sempurna, kala itu, sudah beliau Sri Aji bersiap-siap.

Bait 61 - Sri Aji Dharma diam menyembah, memeluk kaki sambil menangis. ya Hyang Guru telah berkata, paduka pendeta, mohon dimaafkan, hamba ini, segala yang dijalankan si bodoh ini.

Bait 62 - Segala tingkah laku hamba yang jelek itu, hamba mohon anugrah, sang Junjungan berkata, apa yang kau kehendaki, tak boleh bapak tak memberikannya, dan pasti berhasil, dan bapak akan memenuhinya.

15