Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN PISACA.pdf/14

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

Bait 35 - Ingin agar betul-betul diketahui, tentang kebenaran perkataannya tadi, yang perlu dibela, perlu dikerjakan, yang perlu dijalani, tak boleh kurang waspada, dan tak diceritakan lagi hal itu kini.

Bait 36 - Kini beliau kembali berubah rupa, menjadi seekor ular kecil, diam-diam pergi ke ruangan tengah, di keputren, ke sanalah tujuannya bersembunyi, Sri Ari Dharma, baru datang dari mandi.

Bait 37 - Sedatang beliau mandi, agaknya berjalan tergesa-gesa, pikirannya agak sedih, setelah tiba di istana, langsung ke keputren, wajahnya sedih, langsung duduk di bale-bale.

Bait 38 - Setelah sampai di sana beliau tidur-tiduran, di ruangan tengah, memikirkan keadaan dunia, pasti akan menjumpai sesuatu, sebagai apa yang dilihat, sangat manis, pasti sedikit-dikitnya masih berbekas.

Bait 39 - Jelas wajahnya masih marah, sangat sedih dalam hatinya, para pelayan sudah bersiap-siap, air dan alat pembersih, disertai pembersih muka, menating sebuah dulang, alat-alat pembersih baginda raja.

Bait 40 - Kini hadir permaisurinya, datang menghadap sambil menyembah baginda raja, lalu berkata halus, ya maafkanlah saya ini, Tuanku, memberanikan diri sekarang, menanyakan, bila boleh.

Bait 41 - Apa kiranya yang menyebabkan, ada kesukaran dalam diri tuan, sikap dan wajah tuan, sangat berbeda saya lihat, jika dibandingkan dengan waktu yang lalu, kelihatan manis, dalam keadaan suka maupun duka.

12