Bait 7
Negaranya makmur dan aman sentosa, cukup makan dan sangat berbahagia, sangat dihormati, dan yang menjadi raja, keluarga Mardawa yang sangat bagus, halus tingkah lakunya, selalu melaksanakan kebaikan sejati.
Bait 8
Tatakrama seorang raja memegang negara, semua dilaksanakannya, itulah yang menyebabkan, beliau yang diangkat, menjadi raja, gelar baginda raja, Sri Aji Dharma, dipuji oleh seluruh rakyatnya.
Bait 9
Jika diandaikan laksana kayu pedupaan di dalam pedupaan sudah terbakar, sempurna tak ada cacat celanya, akhimya keluar bau semerbak, baunya harum semerbak, menarik hati, seluruh hamba sahayanya.
Bait 10
Orang-orang laksana ditimpa hujan, oleh kemurahan hati baginda raja, laksana sinar matahari, menyinarinya hingga terang benderang, pikiran para rakyatnya, ditimpa, oleh kebajikan baginda raja.
Bait 11
Seluruh laut dan gunung sudah dilintasi, namun tak mendapatkan, untuk menjumpai keindahan, diceritakan keesokan paginya, beliau berkeinginan, untuk memasuki hutan.
Bait 12
Di taman Malawa di suatu hutan yang sunyi, selalu membawa panah yang tajam, hanya untuk bersenang-senang, berkeliling di tepi taman, bau harum semerbak, karena bunga sedang berkembang, di taman yang laksana surga itu.
Bait 13
Bunga itu laksana ingin mempersembahkan baunya hormat kepada baginda raja, mempersembahkan keindahan, maka pikiran baginda, senang gembira laksana, diperciki, air yang utama.