kapkan, memberi nasehat orang yang sudah berumah tangga, supaya tidak seperti orang yang masih muda, harus seketika berubah, Budi indria harus diubah, yang diliputi oleh Karma indria, Rajah Tamah itu dinamai, Budi indria itu termasuk dalam Panca indra.
234. Yang disebut Panca Indria itu ialah Srota Indria, Tuak Indria,
Caksu lndria, Jihwa lndria dan Grana lndria, semua itu ada dalam diri supaya dimaklumi, itu supaya diwaspadai, agar tidak merusak dunia, karena itu harus ditanggulangi.
235. I Cipak yang menjadi simbul, kita yang dinasihati sebagaimana yang dilakonkan, berumah tangga sekarang, jangan semaunya, harus tahu perilaku yang baik, jangan mata keranjang, tidak sama kita merasai, supaya tidak bingung, dalam bertindak sebagai orang yang sudah berumah tangga.
236. Hampir pagi setelah pertunjukkan wayang sesajen sudah siap,
akan memohon panyucian, pancinya sudah diletakkan dan berisi beras dan sajen sesari dan santun dengan kelapa satu butir, di atasnya tersusun "sangku tembaga, bunga samasam dan beras kuning, sudah mengepul asap dari api pemujaan.
237. Mulai Jero Dalang memuja, dengan Geni Ngelayang pada mulanya, memang beliau ahli dalam memuja, suaranya pelan dan sangat jelas, tidak tersandung sedikit pun, lalu disambung dengan Asta Pungku untuk menghilangkan kekotoran jiwa, pemujaan sudah selesai, sampai 3 fase dengan Telaga Boja.
238. Setelah selesai mendaftar akan menghaturkan sesari, sebanyak 300 beserta iringan, 250 yang diambil karena tahu tentang tata cara, tidak boleh mengambil seluruhnya, supaya ada sisanya, nanti lagi diambil, supaya tidak tercabut sampai ke akar-akarnya.
239. Jero Dalang sudah pulang, Ceker Cipak diceriterakan sekarang, sudah menyuruh memasak membuat jajan kukus injin, kukus putih berisi unti, bantal kacang dan bantal pisang, semua sama-sama 20 kapar, ketupat 20 sokasi berisi daging tutu bebek yang sangat empuk.
57