putih, dilengkapi dengan uang logam, peji dan nau adalah simbul mempelai yang diupacarai.
189. Lembatnya masak setengah, nasi sasahan, perangkat, jajroan, emba-embaan, dan balung gending tidak ketinggalan, kacang dan komak ditempatkan pada tangkih, sayur satu kuali dan telur, daun kelor satu lunggah, rumbah gile berisi darah, calon sulung ditempatkan pada kuali.
190. Dan juga bebakulan, nasi bertempat di bakul yang kecil, ditutupi dengan daun pisang, dagingnya hanya satu kawis, tuaknya bertepat pada greci, arak dan berem pada botol, berisi uang 25 lembar, pada sajen daksina sebuah, dan itu semua adalah alat perlengkapan sajen untuk upacara kawin.
191. Sayut nganten berderet kembar ditambah dengan pengambilan, sajen tebas 11 dulang, untuk kelengkapan upacara dari suci catur dan saji pras, ajuman, sesantun, juga banten pamereman, berisi guling pabangkit, teteg kampuh, tempeh, paso dan tutuan.
192. Menjelang naik untuk upacara potong gigi didahului dengan masakapan (upacara kawin), sesajennya sudah tersedia teratur, nyiu-nyiuan 2 perangkat, pengambean dan suci, tegen-tegenan dengan kelapa l butir, kelaoi, ubi dan gantusan, cabang pohon dadap mencuat, dari Timur ke Barat diikat dengan benang terentang.
193. Menyerahkan bakul untuk berdagang dan berisi rantasan dengan uang 225 kepeng dengan benang, dilengkapi dengan kladi, ubi dan gantusan, juga tikar dadakan tidak ketinggalan, begitu pula sabut kelapa yang terbelah 3, telur ayam ditengah tengah terikat berisi harum-haruman, Teri Datu nama pengikat sabut itu.
194. Telur ayam dan tutup coblong yang akan diinjak, lidi dan cangkul berisi satsat, lidinya berisi uang yang dipakai menyapu, yang wanita menjunjung sok Badung, yang laki memikul cangkul, menanam kunyit dan keladi, dan berdentuman bunyi bambu yang dibakar.
50